Bagaimana mengingat apa yang dikatakan guru setelah kelas
Reading Time: 6 minutesBanyak siswa memahami pelajaran saat guru menjelaskannya, tetapi melupakan ide-ide utama segera setelah kelas berakhir. Ini bisa terasa membuat frustrasi, terutama ketika topik tampak jelas pada saat itu. Masalahnya tidak selalu buruk ingatan. Seringkali, siswa lupa karena mereka mendengarkan secara pasif, membuat catatan yang lemah, atau tidak segera mengulas materi.
Mengingat apa yang dikatakan guru setelah kelas mengambil latihan. Itu tergantung pada mendengarkan secara aktif, pencatatan sederhana, tinjauan cepat, dan pengulangan secara teratur. Ketika siswa belajar bagaimana memproses informasi setelah pelajaran, mereka dapat mengingat lebih banyak, belajar lebih cepat, dan merasa lebih percaya diri sebelum ujian.
Mengapa Siswa Lupa Setelah Kelas
Melupakan setelah kelas adalah hal biasa. Selama pelajaran, siswa menerima banyak detail sekaligus. Guru dapat menjelaskan istilah baru, menunjukkan contoh, menulis catatan di papan tulis, menjawab pertanyaan, dan berpindah dengan cepat dari satu ide ke ide lainnya. Tanpa sistem, banyak informasi ini memudar.
Siswa sering lupa karena mereka mencoba mengingat semua yang ada di kepala mereka. Yang lain menyalin kata-kata tanpa memikirkan artinya. Beberapa memahami pelajaran selama kelas tetapi tidak pernah meninjaunya nanti. Akibatnya, informasi tidak menjadi cukup kuat untuk bertahan dalam ingatan jangka panjang.
- Mendengarkan tanpa membuat catatan
- Mencoba mengingat setiap kata
- Kehilangan gagasan utama pelajaran
- Tidak meninjau catatan setelah kelas
- terganggu selama penjelasan
- Menunggu terlalu lama sebelum belajar
- Tidak mengajukan pertanyaan ketika ada sesuatu yang tidak jelas
Dengarkan ide-ide utama, bukan setiap kata
Siswa tidak perlu mengingat setiap kalimat yang diucapkan guru. Tujuan yang lebih baik adalah mendengarkan ide-ide utama. Ini adalah poin-poin yang menjelaskan topik, menghubungkan contoh, atau menunjukkan apa yang perlu dipahami siswa.
Guru sering memberi sinyal informasi penting. Mereka mungkin mengulangi satu poin, menuliskannya di papan tulis, mengatakannya perlahan, memberikan contoh, atau menghubungkannya dengan tes atau tugas. Siswa harus memberikan perhatian khusus pada saat-saat ini.
Hal-hal yang berguna untuk didengarkan meliputi definisi, langkah-langkah, penyebab, efek, contoh, rumus, tanggal, aturan, dan ringkasan. Ketika siswa fokus pada bagian-bagian ini, mereka mengingat pelajaran lebih jelas.
Buat catatan sederhana selama kelas
Catatan tidak perlu sempurna. Tujuan mereka adalah untuk membantu siswa mengingat pelajaran nanti. Seorang siswa yang mencoba menulis setiap kata mungkin kehilangan maknanya. Seorang siswa yang hanya menulis ide-ide utama dapat meninjau lebih cepat dan memahami lebih baik.
Catatan yang baik singkat, jelas, dan bermanfaat. Siswa dapat menggunakan kata kunci, panah, poin, simbol, dan frasa pendek. Mereka harus menyisakan ruang untuk menambahkan detail yang hilang setelah kelas.
- Tulis istilah kunci dan penjelasan singkat
- Tandai poin penting dengan bintang atau garis bawah
- Tuliskan contoh yang digunakan guru
- Gunakan panah untuk menunjukkan sebab dan akibat
- Sisakan ruang untuk koreksi selanjutnya
- Jangan menyalin setiap kalimat kata demi kata
Gunakan metode peninjauan setelah kelas
Waktu terbaik untuk meninjau pelajaran adalah segera setelah kelas. Bahkan lima hingga sepuluh menit dapat membuat perbedaan. Tinjauan singkat membantu otak mengatur informasi sebelum memudar.
Setelah kelas, siswa harus memeriksa catatan mereka dan memperbaiki sesuatu yang tidak jelas. Mereka dapat menambahkan detail yang hilang, melingkari ide-ide utama, dan menuliskan pertanyaan. Rutinitas singkat ini membantu mengubah catatan kelas menjadi bahan belajar.
| Langkah setelah kelas | mengapa itu membantu |
|---|---|
| Baca catatan Anda | Menyegarkan pelajaran saat masih baru-baru ini. |
| Tambahkan Detail yang Hilang | Mengisi celah sebelum Anda lupa penjelasannya. |
| Garis bawahi ide utama | membuat peninjauan lebih mudah nanti. |
| menulis pertanyaan | Menunjukkan apa yang masih perlu diklarifikasi. |
| meringkas pelajaran | Membantu Anda mengingat topik dengan kata-kata Anda sendiri. |
Tulis ringkasan tiga kalimat
Salah satu cara sederhana untuk mengingat pelajaran adalah dengan menulis ringkasan singkat setelah kelas. Tidak perlu lama. Tiga kalimat seringkali cukup untuk menangkap poin utama.
Siswa dapat menggunakan struktur ini:
- Hari ini kita belajar tentang…
- Ide yang paling penting adalah…
- Saya masih perlu meninjau atau bertanya tentang …
Metode ini membantu siswa beralih dari menyalin informasi ke memahaminya. Ketika mereka menulis ringkasan dengan kata-kata mereka sendiri, mereka lebih mungkin untuk mengingat pelajaran nanti.
Ubah catatan menjadi pertanyaan
Membaca catatan sangat membantu, tetapi mengajukan pertanyaan bahkan lebih baik. Pertanyaan membuat otak mencari jawaban. Proses aktif ini membantu siswa mengingat lebih dari sekadar membaca ulang pasif.
Setelah kelas, siswa dapat mengubah judul, definisi, dan contoh menjadi pertanyaan. Misalnya, jika pelajarannya tentang fotosintesis, catatan seperti “Tanaman menggunakan sinar matahari untuk membuat makanan” dapat menjadi “Bagaimana tumbuhan menggunakan sinar matahari untuk membuat makanan?”
- Apa arti istilah ini?
- Mengapa proses ini terjadi?
- Contoh apa yang menjelaskan ide ini?
- Apa saja langkah-langkahnya secara berurutan?
- Bagaimana topik ini terhubung dengan pelajaran terakhir?
- Apa yang mungkin ditanyakan guru pada ujian?
Jelaskan pelajaran kepada orang lain
Menjelaskan pelajaran adalah salah satu cara terkuat untuk mengingatnya. Ketika siswa mengajarkan ide kepada orang lain, mereka harus mengatur pikiran mereka dan menggunakan kata-kata mereka sendiri. Ini menunjukkan apa yang mereka pahami dan apa yang masih terasa tidak jelas.
Siswa dapat menjelaskan pelajaran kepada teman sekelas, orang tua, saudara kandung, atau bahkan kepada diri mereka sendiri. Mereka juga dapat merekam catatan suara pendek. Tujuannya bukan untuk terdengar sempurna. Tujuannya adalah untuk berlatih mengingat pelajaran tanpa melihat catatan terlalu banyak.
Jika seorang siswa tidak dapat menjelaskan suatu topik secara sederhana, itu adalah tanda bahwa mereka perlu meninjaunya kembali. Ini adalah umpan balik yang berguna, bukan kegagalan.
Hubungkan informasi baru ke apa yang sudah Anda ketahui
Informasi baru lebih mudah diingat ketika terhubung ke sesuatu yang akrab. Siswa harus bertanya bagaimana pelajaran berhubungan dengan topik sebelumnya, kehidupan nyata, pengalaman pribadi, atau mata pelajaran lain.
Misalnya, pelajaran sejarah dapat terhubung ke peristiwa saat ini. Topik sains dapat terhubung dengan sesuatu yang dilihat siswa di alam. Konsep matematika dapat terhubung ke masalah dunia nyata. Koneksi ini membuat pembelajaran lebih bermakna.
- Apa ini mengingatkan saya?
- Di mana saya pernah melihat ide ini sebelumnya?
- Bagaimana ini berhubungan dengan pelajaran terakhir?
- Bagaimana ini bisa digunakan dalam kehidupan nyata?
- Contoh apa yang membuat ini lebih mudah dipahami?
Tinjau sebelum Anda lupa
Siswa sering menunggu sampai malam sebelum tes untuk meninjau. Hal ini membuat belajar lebih sulit karena sebagian besar pelajaran telah dilupakan. Strategi yang lebih baik adalah meninjau dalam sesi singkat sebelum memori memudar.
Review tidak perlu waktu lama. Beberapa menit setelah kelas, ulasan singkat lainnya di malam hari, dan ulasan singkat pada hari berikutnya dapat membantu informasi tetap segar.
| waktu peninjauan | Melakukan apa |
|---|---|
| setelah kelas | Baca catatan, tambahkan detail yang hilang, dan tandai ide utamanya. |
| nanti di hari yang sama | Tulis ringkasan singkat dan jawab pertanyaan Anda sendiri. |
| Hari berikutnya | Periksa apa yang Anda ingat tanpa melihat terlebih dahulu. |
| sebelum ujian | Tinjau ringkasan, soal latihan, dan area yang lemah. |
Gunakan alat memori visual
Beberapa siswa lebih ingat ketika mereka dapat melihat informasi secara visual. Alat visual dapat membuat pelajaran lebih mudah diatur dan diingat. Mereka sangat berguna untuk proses, perbandingan, garis waktu, dan kategori.
Siswa dapat mengubah catatan menjadi peta pikiran, bagan, diagram, garis waktu, atau kartu flash. Mereka juga dapat menggunakan warna untuk menandai definisi, contoh, dan pertanyaan. Format visual harus membuat topik lebih jelas, bukan lebih rumit.
- Peta pikiran untuk ide-ide yang terhubung
- Garis waktu untuk peristiwa sejarah
- Bagan untuk membandingkan topik
- Diagram untuk proses
- Flashcards untuk istilah dan definisi
- Kode warna untuk detail penting
Ajukan pertanyaan sebelum meninggalkan kelas
Jika ada sesuatu yang tidak jelas, siswa harus mencoba bertanya sebelum meninggalkan kelas. Lebih mudah untuk memperbaiki kebingungan saat pelajaran masih segar. Sebuah pertanyaan singkat dapat mencegah masalah yang jauh lebih besar di kemudian hari.
Beberapa siswa menghindari mengajukan pertanyaan karena mereka merasa malu. Namun, meminta klarifikasi adalah bagian normal dari pembelajaran. Ini menunjukkan perhatian dan tanggung jawab.
- Bisakah Anda mengulangi poin utamanya?
- Bagian mana yang harus saya tinjau terlebih dahulu?
- Bisakah Anda menjelaskan langkah itu lagi?
- Apakah contoh ini penting untuk ujian?
- Apa yang paling penting untuk diingat?
Hindari kesalahan memori umum
Siswa sering melupakan pelajaran karena mereka menggunakan kebiasaan belajar yang lemah tanpa menyadarinya. Salah satu kesalahan umum adalah membaca ulang catatan tanpa menguji memori. Lain adalah menyalin catatan tanpa memahaminya. Kebiasaan ini mungkin terasa seperti belajar, tetapi tidak selalu mengarah pada ingatan yang kuat.
Kebiasaan belajar yang lebih baik membutuhkan ingatan aktif. Siswa harus menutup catatan mereka dan mencoba menjelaskan pelajaran, menjawab pertanyaan, atau menulis ringkasan dari ingatan.
- Jangan hanya mengandalkan memori tanpa catatan
- Jangan menyalin kata-kata tanpa memahaminya
- Jangan menunggu sampai malam sebelum ujian
- Jangan abaikan bagian yang membingungkan
- Jangan mengulas hanya dengan membaca ulang
- Jangan melewatkan contoh dari kelas
Bangun rutinitas setelah kelas yang sederhana
Mengingat lebih banyak setelah kelas menjadi lebih mudah ketika siswa mengikuti rutinitas sederhana yang sama. Rutinitas menghilangkan kebutuhan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan setiap kali. Itu mengubah praktik memori menjadi kebiasaan.
Rutinitas setelah kelas yang berguna hanya membutuhkan waktu sepuluh menit:
- Baca catatan Anda.
- Tambahkan detail yang hilang.
- Garis bawahi ide utamanya.
- Tulis ringkasan tiga kalimat.
- Buat dua atau tiga pertanyaan.
- Tandai satu topik untuk ditinjau nanti.
Rutinitas ini sederhana, tetapi dapat membuat perbedaan besar. Ini membantu siswa mengatur pelajaran sebelum mereka melupakannya.
Kesimpulan
Mengingat apa yang dikatakan guru setelah kelas bukan hanya tentang memiliki ingatan yang baik. Ini tentang menggunakan kebiasaan yang benar. Siswa lebih banyak mengingat ketika mereka mendengarkan ide-ide utama, membuat catatan sederhana, meninjau dengan cepat, mengajukan pertanyaan, dan menjelaskan pelajaran dengan kata-kata mereka sendiri.
Tindakan kecil setelah kelas dapat menghemat banyak waktu belajar nanti. Sebuah tinjauan singkat, ringkasan yang jelas, dan beberapa pertanyaan latihan dapat mengubah pelajaran dari sesuatu yang sementara menjadi pengetahuan yang dapat digunakan siswa lagi.
Kuncinya adalah untuk tetap aktif. Siswa yang mengatur, mempertanyakan, mengulang, dan menjelaskan informasi jauh lebih mungkin untuk mengingat apa yang dikatakan guru setelah kelas.